Mata

Written By onfisika on Sunday, January 5, 2014 | 5:49 PM

Kegunaan dari peralatan optik adalah untuk memperoleh penglihatan yang lebih baik, karena mata dapat dipandang sebagai alat optik maka pembahasan tentang alat optik di mulai dari mata sebagai alat optik alami.

a. Bagian-bagian mata
Mata merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting dan merupakan bagian dari lima panca indera kita. Tanpa mata orang tidak akan pernah menikmati keindahan dunia ini. sudah sewajarnyalah kita patut bersyukur kepada Tuhan yang telah memberi anugrah yang luar biasa ini. dengan bantuan mata kita dapat membedakan benda berdasarkan tingkat kecerahan, bentuk, tekstur, kedalaman, tingkat tembus pandang, gerakan dan ukuran benda.

Dilihat dari bagian-bagian mata, mata dapat diumpamakan sebagai sebuah kamera. Berikut ini merupakan bagian-bagian mata.
Keterangan:
· Sklera atau selaput putih merupakan bagian luar yang melindungi susunan mata bagian dalam yang lembut.
· Retina adalah bagaian syaraf yang sangat sensitif terhadap cahaya.
· Lensa mata (lensa cembung) berfungsi untuk memusatkan cahaya yang masuk ke dalam mata
· Iris merupakan bagian otot yang dapat mengatur sinar yang masuk ke mata, menambah atau mengurangi
  cahaya yang masuk ke mata.
· Pupil (biji mata) yaitu lubang yang memungkinkan cahaya masuk
· Kornea merupakan lapisan pelindung mata yang jernih
· Syaraf optik atau syaraf penglihatan berfungsi untuk menghantarkan sinyal-sinyal (isyarat-isyarat) listrik
  ke otak. Di otak sinyal tersebut diolah, kemudian timbul pesan informasi dari apa yang dilihat.

b. Pembentukan Bayangan Benda pada Retina
Beberapa istilah yang perlu diketahui terlebih dahulu pada mata diantaranya:
1. Daya Akomodasi :
     Daya menebal dan menipisnya lensa mata, lensa paling tipis pada saat mata tidak  berakomodasi.
2. Titik Jauh (Punctum Remotum :
    Titik terjauh yang masih terlihat jelas oleh mata (tidak berakomodasi).
    Untuk mata normal : titik jauh letaknya di jauh tak terhingga.
3. Titik Dekat (Punctum Proximum) :
    Titik terdekat yang masih terlihat jelas oleh mata (berakomodasi max ).
    Untuk mata normal : titik dekat 25 cm.

Ketika kita melihat suatu benda, berkas cahaya yang dipantulkan benda masuk ke mata kita dan oleh lensa mata (lensa kristalin) berkas cahaya itu akan difokuskan sehingga bayangan yang terbentuk akan tepat jatuh di retina. Oleh karena jarak antara mata dan lensa selalu tetap, maka untuk melihat benda yang jaraknya berbeda-beda kecembungan lensa mata perlu diubah-ubah. Kemampuan otot siliar untuk mengubah kecembungan lensa mata ini disebut daya akomodasi mata. Daerah penglihatan mata seseorang sangat dipengaruhi oleh kemampuan mata untuk mengubah kecembungan mata orang tersebut. Orang normal akan dapat melihat benda sedekat-dekatnya pada jarak rata-rata 25 cm dengan menggunakan daya akomodasi maksimum dan akan melihat sejauh-jauhnya hingga jarak yang tak terhingga dengan menggunakan daya akomodasi minimum. Jarak terdekat yang dapat dilihat seseorang disebut titik dekat mata (punctum proximum) sedangkan titik terjauh yang masih dapat dilihat mata disebut (punctum remotum).


Perhatikan diagram pembiasan cahaya pada mata berikut ini.



Semua benda yang teramati terletak di ruang III yaitu berjarak lebih besar dari 2 F.
Sifat-sifat bayangan yang terbentuk di retina :
1. Nyata
2. Terbalik
3. Diperkecil
4. Di ruang II
Perhitungan untuk hubungan antara jarak fokus mata, jarak benda dan jarak bayangan benda atau jarak retina ke lensa mata dapat menggunakan rumus sebagai berikut.
clip_image014= clip_image016

Comments
0 Comments

0 komentar :

Post a Comment