Home » » Penerapan : Keseimbangan benda tegar pada jembatan

Penerapan : Keseimbangan benda tegar pada jembatan

Written By onfisika on Saturday, March 22, 2014 | 7:40 AM

Dalam kehidupan sehari-hari tidak semua benda yang dijumpai selalu bergerak. Sebelum bergerak benda pasti diam terlebih dahulu, begitupun sebaliknya. Dan ada pula benda yang memang dirancang dalam keadaan diam dan setimbang , contohnya jembatan. Lalu kenapa jembatan bisa termasuk benda tegar??? Jawabannya yaitu kembali lagi ke konsep atau syarat benda tegar yaitu suatu benda dikatakan sebagai benda tegar apabila benda itu tidak mengalami perubahan bentuk ketika diberi gaya. Dalam hal ini dicontohkan jembatan. Dalam kehidupan sehari-hari ilmu atau materi tentang benda tegar ini tidak bisa terlepaskan dari kebutuhan manusia, seperti jembatan. Kita tidak bisa melewati rel kereta, sungai, dan jalan raya apabila tidak ada jembatan. Jembatan juga digunakan untuk tempat pejalan kaki. Karena hal tersebut materi tentang benda tegar ini merupakan pengetahuan dasar yang sangat penting yang mempunyai penerapan dalam hidup, khususnya dalam bidang teknik. Apabila di kuliah teknik sipil, teknik  mesin, dan teknik arsitek pasti harus menguasai materi benda tegar ini. Bahkan mungkin sopir angkutan umum harus mempelajari keseimbangan benda tegar ini agar tidak terguling saat menyetir :-D.
Namun semua benda tegar dapat berubah bentuk, seperti jembatan dapat roboh atau putus jika beban yang ditahan melebihi kapasitas. Jika benda berubah, otomatis jarak antara benda berubah dan membuat benda ini tidak tegar lagi. Sehingga dalam membuat benda tegar seperti jembatan itu, pasti para ahli sudah memperkirakan agar benda tidak berubah bentuk atau rusak, makanya di sekitar  jembatan sering kita lihat tulisan beban maksimal yang mampu ditahan ditulis dalam rambu-rambu dekat jembatan. sampai batas maksimal beban yang diberikan. Jika batas tersebut dilewati maka jembatan akan berubah bentuknya alias rusak atau roboh. Contoh lain dari benda tegar yaitu tiang, baja, jungkat-jungkit, dll.


Comments
0 Comments

0 komentar :

Post a Comment